Sesungguhnya Tindakan yang paling kejam adalah mencari keuntungan dari orang orang yang sedang menderita. Tapi kadang banyak sekali orang yang melakukannya hanya untuk mengejar materi saja. Mungkin anda pernah mengalami diperlakukan seperti itu, pasti sakit hati dan tersia sia bukan main. Pernah kecelakaan di jalan? atau pernah opname di Rumah Sakit? atau pernah terkena bencana alam? atau mungkin bahkan pernah dipenjara?
Jika anda pernah mengalami salah satu kejadian diatas , saya yakin kemungkinan anda pernah diperlakukan tidak adil.
Ketika saya kuliah di Semarang dulu… Saya pernah sakit parah, dan akhirnya saya harus opname di salah satu RS Swasta terbesar di kota tersebut, satu hari pertama , dokter tidak mampu mendiagnosa penyakit saya, padahal gejala yang saya alami sangat jelas, panas dingin..dan muntah,
Akhirnya Dokter memutuskan saya untuk di rongten, anehnya hasil rongten baru jadi 3 hari (seperti foto jaman penjajahan saja), setelah hasil rongten jadi, dari hasil foto rongten, dokter masih belum bisa memastikan jenis penyakit saya, padahal saya udah pucat sekali saat itu….
Tidak puas dengan apa yang dilakukan pihak RS, akhirnya keluarga saya membawa pulang saya untuk dipindah di RSU kota saya , yaitu Kebumen.
Tentunya melalui perdebatan yang panjang dengan pihak RS , karena mereka ngotot saya tidak boleh dipindah, seolah olah saya mondok di situ dibayar…
Tiba di RSU Kebumen, saya langsung diperiksa dokter , dan dokter tersebul memegang perut saya, langsung dia tahu penyakit saya, “anda terserang Hepatitis, atau liver, maka dengan cepat penyakit saya dapat di atasi, saya hanya opname 3 hari di RS Kebumen,
Hebat Sekali dokter saya ini, pikir saya… tapi setelah saya renungkan, Tapi benarkah dia dokter yang hebat? atau dokter saya yang pertama yang terlalu bodoh? masa iya seorang dokter bodoh, atau pura pura bodoh untuk mengambil suatu keuntungan? atau bahkan mungkin ini sudah jadi kebijakan RS kalau dokter harus bersikap bodoh?
Waktu di Semarang , saya sebenarnya sudah mulai curiga sejak pertama masuk di RS tersebut, ada kesan seolah olah pihak RS memperlambat proses penyembuhan pasien untuk memperlama waktu opname pasien agar dapat meraup keuntungan maksimal…. Apalagi, seenaknya saja mereka menentukan biaya biaya pengobatan yang teramat mahal…
Tapi pantaskah hal itu dilakukan kepada orang orang yang terkena musibah?
Rasanya seperti dicekik saat itu… Hal ini lain sekali dengan situasi di tempat kerja saya yang bergelut di bidang pendidikan menengah, mau menarik iuran seribu rupiah saja harus melalui proses yang sangat panjang dan melalui pertimbangan berkali dan mendengarkan pendapat seluruh bagian, itupun masih dilandasi rasa sangat tidak enak atau rikuh kepada wali murid…Ironis sekali
Bahkan kadang orang yang sekarat mau mati, dibiarkan mati perlahan lahan karena tidak mampu membeli obat yang teramat mahal… yang sebenarnya keuntungan penjualan obat itu sangat besar…
kejadian kejadian tersebut bisa saja terjadi setiap saat di sekitar kita , entah itu dalam bentuk yang lain tidak persis sama dengan yang saya alami…
Kadang terbersit dihati saya,Bahwa Bisnis Rumah Sakit yang tadinya bertujuan mulia menjadi tidak mulia, Karena mereka mengambil untung dari orang orang yang terkena musibah, atau bahkan mereka berdoa agar semua orang sakit ,agar bisnisnya lancar… (semoga tidak..)
Sejak kejadian tersebut saya menjadi mempunyai moto bahwa, Suatu tempat yang paling tidak suka saya kunjungi adalah Rumah Sakit, Semoga tidak demikian dengan anda… Bagaimanapun,..saya lebih suka tidur dirumah saya yang reot dari pada di Ruang VIP Rumah sakit….
Semoga tulisan saya bermanfaat dan tidak menimbulkan perdebatan




hasil pelayanan yang tidak puas itu datang dari diri kita. padahal kita gak tau di belakang tembok besar yang kukuh itu dokter-dokter lagi berjuang keras nyembuhin pasien yang lebih parah. mungkin seperti itu.
tapi namanya perlakuan tidak adil memang gak enak. satu diinjek kucing, satunya diinjek gajah, ya kan emang gak adil.
[Reply]
idham Reply:
October 1st, 2009 at 7:04 am
kadang kita memang cenderung menyalahkan orang lain, tapi dalam pengalaman diatas, saya memang tak habis pikir.. kenapa dokter dikampung saya langsung tau penyakit saya…
sedangkan dokter RS di kota besar tidak tau , padahal dokter spesialis…
terimakasih kunjungannya
[Reply]
Dangstars Reply:
October 7th, 2009 at 4:26 pm
Itukan trik saja
Biar biaya nya dibikin melambung.
He.he.he
[Reply]
Halo, Mas Idham…
Saya setuju dengan anda, Mas Idham. But, sebagus apapun pelayanan sebuah RS, tetap aja kita gak mau nginap disana toh
Salam hangat untuk Mas Idham…
[Reply]
idham Reply:
October 1st, 2009 at 7:05 am
memang mas… tapi kadang2 kita lupa mensyukuri nikmat sehat, mungkin karena lebih sering sehat
[Reply]
sama mas rumah sakit bagiku sangat menakutkan….
[Reply]
idham Reply:
October 1st, 2009 at 7:05 am
iya mas..apalagi kamar mayatnya…hiiiiiii
[Reply]
luminous25 Reply:
October 21st, 2009 at 6:09 pm
kamar mayat…???? serem gan…..
[Reply]
Apalagi jika orang2 kecil….semakin dikecilkan saja.
[Reply]
idham Reply:
October 1st, 2009 at 7:08 am
orang kecil memang ditakdirkan untuk ditindas….
banyak contohnya kan mbak?
[Reply]
Memang betul, sebagus apapun RS, Tetep lebih bagus rumah sendiri meskipun sederhana.
rumah sendiri selalu yang paling nyaman.
Opname di RS pasti tak pernah dicita-citakan.
[Reply]
idham Reply:
October 1st, 2009 at 7:10 am
meskipun tidak ada yang bercita Opname, tapi tetap banyak orang yang mau jadi dokter ya?
seperti tidak ada perang banyak juga yang masuk tentara.
[Reply]
iya, memang nikmat sehat itu benar2 dahsyat!
waduh.. kok bisa gitu ya pihak rumah sakitnya.. T.T turut prihatin.. seharusnya mereka mengabdi pada masyarakat..
aqu jadi inget, dulu juga pernah sakit gak jelas.. sampai akhirnya sembuh,, n tetep gak ngerti, dulu aku sakit apa.. ?
[Reply]
idham Reply:
October 2nd, 2009 at 1:52 pm
kasus seperti itu banyak nis…, soalnya kadang penyakit juga sangat sulit dipastikan, kecuali kalo dah nyampe tes lab
[Reply]
Ya..Mas kalo ke rumah sakit,,
Kalo bisa jangan sampe yah…
[Reply]
Dangstars Reply:
October 2nd, 2009 at 2:05 pm
Maksudnya kita,,jangan pernah sakit…
Kalo bisa
[Reply]
kita ambil hikmahnya saja, bahwa kalau sakit itu tidak enak …
memang banyak rumah sakit yang sepertinya “mencari untung diatas penderitaan orang lain” , tapi itu kan tidak semua, bisa jadi itu hanya akal-2 sekelompok oknum di RS tersebut ….
salam,
tetap semangat
[Reply]
idham Reply:
October 3rd, 2009 at 9:22 am
memang tidak semuanya mas, tapi mungkin lebih banyak yg seperti itu, indikasinya, di puskesmas kampungku, 1 kamar sehari 30 rb, padahal kos kosan ditempatku 30 rb / bulan
untungnya berapa mas?
[Reply]
mudah2an sehat terus ya bro, rugi kalo sakit soalnya. bisnis kotor di balik pelayanan rumah sakit sendiri sebenernya sudah lama berlangsung, sayangnya banyak pihak terkait kadang menutup mata..
[Reply]
idham Reply:
October 3rd, 2009 at 9:20 am
iya bener mas, bisnis kamar di RS juga untungnya bisa 30 x kos kosan, sehari 1 kamar di RSU bisa 100.000, kalo kos kosan yang 100.000/bulan dah bagus.
[Reply]
balik lagi nih ke sini. wah, belum ada update baru. ditunggu update barunyaa… hhehehe… oke?
[Reply]
ya memang sehat itu mahal makanya mari kita jaga kesehatan….salam
[Reply]
idham Reply:
October 4th, 2009 at 9:57 am
jaga kesehatan juga termasuk cara hidup hemat…
[Reply]
Emang bang.. saya sendiri juga suka miris dengan rumah sakit sekarang.. yg swasta mahal ‘n mencekik dompet.. yg negeri murah tapi asal-asalan.. yaaaah.. semoga saya ndak pernah masuk rumah sakit lagi..
[Reply]
Sama bro, aku paling tidak suka pergi ke RS, sebuah tempat yang harusnya bisa jadi penolong tetapi malah dijadikan bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Dari situ aku juga janji gak mau kerja di RS.
[Reply]
sama,, saya cuma trauma mo bau obat di rs
[Reply]
Selamat siang saudarakuw, ^_^…V
[Reply]
Tuhan pasti akan sllu memberi jalan…Qta berdoa saja…amin…
kadang emang ada aja org yg beperasaan kayak gitu…
maaf y mas, diriQ makin jarang ngeblog nich..heeh ^^
[Reply]
wah… apakah dunia skr udh gila ya? demi maraup keuntungan, mengorbankan seseorang…
[Reply]